Pengertian Cashflow

Mengenal Lebih Dekat dengan Pengertian Cashflow

Pengertian Cashflow – Sebagian orang tentunya belum mengerti apa itu cashflow dan bahkan juga ada yang belum pernah mendengar kata-kata tersebut. Pengertian cashflow merupakan alat untuk melacak transaksi pemasukan dan pengeluaran.

Anda tentunya pernah mengalami kenapa uang gaji sudah habis, meski baru saja di terima selama dua hari dan tentunya ada hal atau kesalahan ketika mengelola keuangan.

Untuk mengatasi hal tersebut bisa dengan menggunakan alat yaitu cashflow yang membantu anda dalam membuat catatan pemasukan dan pengeluaran sehingga bisa memberikan hasil teratur.

Pada saat membicarakan mengerti pengertian cashflow tentunya ada beberapa buku dan para ahli yang mengeluarkan statement tersebut dan untuk kesempatan kali ini anda akan diberikan wawasan mengenai cashflow agar tidak terjadi kesalahan arti.

Pengertian cashflow adalah laporan yang berbentuk kumpulan transaksi keuangan dan hal satu ini sangat penting dan baik untuk digunakan pada bisnis, pribadi maupun organisasi guna mendapatkan secara detail alur transaksi keuangan masuk atau keluar.

Lebih Dekat Dengan Pengertian Cashflow

Pasti dari kalian merasa kebingungan ketika mencari arti atau pengertian dari suatu kata-kata, benda maupun jasa.

Sama hal nya, ketika akan mencari pengertian cashflow karena mempunyai banyak arti dan tentunya semua pendapat tersebut haru anda benar-benar pahami agar menambah wawasan atau informasi.

Cashflow mempunyai nama lain yaitu laporan arus transaksi keuangan. Pengertian cashflow merupakan laporan yang berbentuk keuangan dan bermanfaat untuk melacak setiap transaksi masuk maupun keluar, sehingga bisa menghasilkan sebuah analisis keuangan mengenai keadaan keuangan sedang mengalami kenaikan atau penurunan.

Cashflow mempunyai satu elemen penting yaitu harus ada transaksi uang masuk maupun keluar, sedangkan untuk uang masuk sering disebut dengan cash inflow dan uang keluar disebut dengan cash outflow.

Uang masuk atau yang sering disebut dengan cash inflow bisa didapatkan oleh anda dengan beberapa cara misalnya gaji, laba usaha, hasil investasi, passive income dan masih banyak hal-hal lainnya.

Baca juga : Tips Memilih Bisnis Franchise

Tentunya ketika ada uang masuk pastinya ada juga uang keluar atau yang sering disebut dengan cash outflow dan biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti memenuhi kebutuhan pokok, menggaji karyawan, membayar pajak, membayar cicilan dan lain-lain.

Suatu ketika terjadi besaran uang masuk lebih besar, maka untuk laporan keuangan bisa dikatakan menuju arus kas ke arah positif dan sedangkan pengeluaran keuangan lebih besar dibandingkan pendapatan sangat di pastikan arus kas ke arah negatif.

Macam-Macam Jenis Pemasukan dan Pengeluaran Cashflow

Setelah memahami mengenai pengertian cashflow, mari simak penjelasan di bawah ini mengenai macam-macam jenis pemasukan dan pengeluaran dari cashflow. Mari langsung simak penjelasan di bawah ini mengenai macam-macam jenis pemasukan dan pengeluaran.

  1. Jenis Pemasukan

Jenis pemasukan mempunyai arti sama dari pengertian cashflow hanya saja berbeda di bagian pengelompokan saja.

Ada 3 jenis pemasukan yang harus di ketahui dan akan di bahas secara detail di bawah ini agar anda tidak sampai salah membedakan atau mengelompokkan dengan jenis transaksi pengeluaran.

  • Pemasukan Aktif, pemasukan aktif merupakan sumber keuangan yang didapatkan atau utama dan sering diterima secara rutin setiap sebulan sekali. Contohnya adalah gaji, honor, profit usaha, bonus sampai dengan THR.
  • Pemasukan Investasi, pemasukan investasi adalah sumber keuangan yang diperoleh dari profit instrumen dari melakukan investasi. Contoh mudah nya seperti reksadana, saham, suku, deposito atau penjualan-penjualan lainnya.
  • Pemasukan pasif, pemasukan pasive atau yang sering disebut dengan passive income merupakan sumber keuangan berasal dari mana saja dan untuk mendapatkan itu semua tidak perlu mengeluarkan energi. Misalnya seperti keuntungan dari sewa rumah dan royalti dari karya buku atau musik.
  1. Jenis Pengeluaran

Jenis pengeluaran ini mempunyai arti sama dengan pengertian cashflow hanya berbeda pada saat pengelompokan saja dan untuk jenis pengeluaran ini harus bersifat tetap, tak terhindar, tambahan sampai dengan tabungan.

  • Pengeluaran Wajib Dibayar, untuk jenis pengeluaran satu ini mempunyai sifat wajib untuk di bayar dan ketika tidak dibayar akan mendapatkan sanksi. Contohnya adalah pengeluaran pembayaran angsuran utang, pembayaran pajak, asuransi, biaya pendidikan dan kpr.
  • Pengeluaran Tidak Terhindarkan, kategori dari jenis pengeluaran yang satu ini mempunyai sifat dan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok agar tetap bisa bertahan hidup. Contoh nya adalah makan, transportasi, paket internet, air , listrik dan lain-lain.
  • Pengeluaran Tambahan, pada saat membicarakan mengenai tambahan tentunya mempunyai arti sisa uang setelah mengeluarkan biaya untuk kebutuhan konsumtif. Untuk contoh jenis pengeluaran yang satu ini adalah belanja, pakaian, nongkrong di coffeshop dan masih banyak lain-lainnya.
  • Tabungan, tabungan merupakan jenis pengeluaran yang mempunyai fungsi untuk disimpan dengan jangka penyimpanan kurang lebih 1-12 bulan. Contoh dari pengeluaran tabungan mulai dari investasi, deposito dan masih banyak lain-lainnya.

Macam-macam jenis cashflow sudah disebutkan di atas, maka membuat anda lebih mudah dalam mengelompokkan dan membedakan transaksi pengeluaran atau pemasukan termasuk ke dalam jenis yang mana.

Baca juga : Tips Meningkatkan Brand Awareness Perusahaan

Cara Membuat Cashflow Secara Pribadi dan Usaha

Setelah membahas pengertian cashflow, macam-macam jenis pengeluaran dan pemasukan masih ada satu pembahasan yang kurang yaitu bagaimana cara membuat cashflow secara pribadi maupun usaha.

Membuat cashflow bisa dibuat oleh secara pribadi maupun perusahaan, karena dengan membuat cashflow memberikan manfaat yaitu agar transaksi keuangan lebih bisa diatur secara baik dan benar.

Daripada membuat anda semakin penasaran, mari langsung saja membahas bagaimana cara membuat cashflow secara pribadi agar bisa memberikan banyak manfaat pada saat mengelola keuangan.

  1. Menulis Semua Aset dan Nilai

Pada saat proses penulisan semua aset yang dimiliki oleh anda bisa di bentuk seperti kolom dan menuliskan besaran nilai atau harga dari barang tersebut.

Contoh mudah dari menulis semua aset dan nilai adalah menulis secara detail mengenai saldo dan rekening pada simpanan bank dan menuliskan saham dan nilai properti yang dimiliki.

  1. Menulis Daftar Liabilitas

Liabilitas merupakan kewajiban yang harus di bayarkan dan di lakukan oleh pihak yang memiliki tanggungan atau utang.

Untuk anda yang mempunyai utang, sangat wajib membuat daftar liabilitas bentuknya seperti sama dengan ketika membuat daftar aset. Contoh mudahnya adalah menuliskan secara detail mengenai saldo dari kartu kredit dan cicilan pada bank.

  1. Menentukan Total Kekayaan

Setelah anda melalui proses menuliskan semua daftar aset yang dimiliki mulai dari,libalitas sampai dengan arus kas harian maka untuk langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan dari masing-masing kategori tersebut.

Misalnya ketika anda memiliki Rp.100.000.000,00 maka untuk total liabilitas nya kurang lebih Rp.15.000.000,00 dan ketika melakukan cara tersebut akan memberikan sedikit gambaran singkat mengenai berapa jumlah aset yang dimiliki.

Penjelasan mengenai pengertian cashflow sudah di jelaskan secara detail dan jelas, untuk kamu yang sedang mencari pengetahuan mengenai apa saja macam-macam jenis pengeluaran sampai dengan bagaimana cara membuat casfhlow bisa menyimak bacaan di atas.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top